Wednesday, July 20, 2011

Social Network Baru dan UniQ "Chamwinik"

Hallo semua,


Selamat Datang di Chamwinik Group


Apa sih Chamwinik ini??pasti banyak yang bertanya-tanya bukan..


Chamwinik berasal dari Bahasa suku Maya, cham yang berarti “grab” winik yang berarti “people”, yang artinya adalah grab the people.  Chamwinik merupakan social network yang memungkinkan penggunanya untuk mengupload dan berbagi foto secara cepat, dengan moment tertentu, disertai dengan Role, Scene dan Mood tertentu pula. Dengan fitur Quick Upload, pengguna dapat mengupload beberapa foto sekaligus ke dalam galerinya dan juga membaginya dengan sesama pengguna lain. Kami menjadi media bagi semua orang untuk mengekspresikan dirinya masing-masing, yang terekam dalam moment-moment tertentu dan memungkinkan para pengguna menyimpan fotonya secara online. Moment di setiap foto yang ada, mengandung makna berbeda bagi tiap-tiap orang. Ada moment di saat senang, sedih, marah, tertimpa bencana, dan lain sebagainya.
            Chamwinik dipakai oleh insan manusia yang biasa saja menjadi insan manusia yang luar biasa dengan membuat suatu perbedaan (Make Difference) oleh dirinya sendiri. Chamwinik membuat segala sesuatu menjadi mudah untuk tetap terhubung dan berbagi foto dengan sahabat anda, keluarga anda, rekan kerja anda, dan lain sebagainya, baik dalam keadaan moment suka maupun moment duka. Gunakan Chamwinik untuk melihat moment foto-foto terbaru teman-teman anda atau orang yang terdekat dengan anda dan update status mereka, juga mengenai peranan mereka (Role), Scene (lingkungan terjadinya interaksi dengan mereka), Mood di dalam diri kita ketika interaksi dengan mereka dan Waktu saat diambilnya foto tersebut, yang digambarkan melalui histogram.

Coba disini...!!!

Website ini berbeda dengan social network yang lain. Ada beberapa point yang membuat website ini berbeda, yaitu :
  • Tampilan Home

Ini salah satu contoh tampilan home jika anda sudah login.

    • Choose Mood
    Anda bisa mengubah mood anda sesuai yang anda inginkan. website ini menyediakan   bermacam-macam jenis mood
    • Conference Request
    Pada Button Conference Request, jika diklik akan muncul tampilan seperti ini. Yang berfungi untuk pemberitahuan jika ada request conference dari teman anda atau dari komunitas anda
    • Friend Request
    Pada Button Friend Request, jika diklik akan muncul tampilan seperti ini. Yang berfungi untuk pemberitahuan jika ada request friend dari teman anda atau dari komunitas anda
    • Profil Picture
    Pada informasi terdapat link photo. jika diklik ini tampilannya untuk update profil picture anda.
    • Chat, Room, dan Conference
    Website ini menyediakan suatu ruang untuk anda share/berbagi bersama teman – teman anda.
    • Upload foto

    Untuk menu upload,website ini memberikan kebebasan untuk upload foto.

    • Manage foto
    Untuk manage,anda bisa buat album foto anda sesuai kreasi dan website ini memberikan kebebasan untuk anda mengubah ROLE dan SCENE sesuai dengan situasi dan kondisi anda.
    • Dengan adanya ROLE dan SCENE tersebut, Anda juga bisa mengetahui dan membaca karakter dan mood teman anda. misal : teman anda sedang dikantor dan terlihat mood teman anda ini bad mood.mungkin anda bisa memberinya semangat atau share sesuatu yang membuat teman anda semangat kembali.
    • People ( Profil )
    Ini adalah tampilan profil pada menu people.









    So, AYO GABUNG SEKARANG JUGA..!!
    Jadilah orang  PERTAMA yang mencoba, 
    Hanya di Chamwinik.com, ANDA BISA...!!!




    ALAMATWEB DOTCOM

    Tuesday, July 5, 2011

    Tips Foto Hitam Putih


    Foto hitam putih adalah salah satu jenis foto yang tak lekang oleh waktu. Tanpa adanya elemen warna yang mengganggu, kadang foto hitam putih justru lebih kuat membekas di benak yang melihatnya. Orang sering bilang lebih dramatis dan elegan (itulah kenapa fotografer wedding selalu menyertakan beberapa foto hitam putih dalam album yang diserahkan ke klien). Berikut adalah tips memotret foto hitam putih yang mungkin berguna bagi anda :
    • Potretlah dalam mode warna – Kamera digital menghasilkan rentang tone yang lebih lebar dalam mode warna karena dalam mode ini sensor mengambil data dari 3 channel – Red, Green dan Blue atau RGB. Untuk itulah, foto hitam yang dihasilkan dari pengolahan foto warna menggunakan photo editor di komputer akan cenderung lebih baik kualitasnya.
    • Setting ISO serendah mungkin – Noise (bintik-bintik kecil putih yang muncul di foto anda) akan tampak lebih menonjol dalam foto hitam putih dibanding dalam foto warna. Gunakan ISO serendah mungkin supaya pada saat foto di proses nantinya, noise bisa diminimalkan.
    • Mendung adalah saat terbaik – Adanya mendung akan membuat kontras lebih rendah, dan ini adalah saat terbaik untuk membuat foto hitam – putih. Anda tidak akan terlalu perduli warna langit yang abu – abu, toh dalam foto hitam putih tidak akan terlalu terlihat.
    • Eksploitasi tekstur, pola dan garis – Dalam foto hitam putih, tekstur – pola dan garis akan lebih terlihat menonjol dan semakin menarik. Untuk itu eksploitasi-lah jika anda menemukan adanya komponen tersebut.
    • Sidelighting adalah cahaya terbaik – Ketika memotret di luar ruangan untuk foto hitam putih anda, tonjolkan bentuk secara maksimal dengan mengandalkan pencahayaan samping (sidelighting), sehingga jatuh bayangan jadi sangat menarik. Sidelighting terjadi saat anda memotret di pagi atau sore hari.


    Referensi by : belajar fotografi

    Memahami Konsep ISO

    Secara definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhada cahaya.
    Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting ISO di kamera kita (ASA dalam kasus fotografi film), coba bayangkan mengenai sebuah komunitas lebah. Sebuah ISO adalah sebuah lebah pekerja. Jika kamera saya set di ISO 100, artinya saya memiliki 100 lebah pekerja. Dan jika kamera saya set di ISO 200 artinya saya memiliki 200 lebah pekerja.
    Tugas setiap lebah pekerja adalah memungut cahaya yang masuk melalui lensa kamera dan membuat gambar. Jika kita menggunakan lensa identik dan aperture sama-sama kita set di f/3.5 namun saya mengeset ISO saya di 200 sementara anda 100 (bayangkan lagi tentang lebah pekerja), maka gambar punya siapakah yang akan lebih cepat selesai?
    Secara garis besar, saat kita menambah setting ISO dari 100 ke 200 ( dalam aperture yang selalu konstan – kita kunci aperture di f/3.5 atau melalui mode Aperture Priority – A atau Av) , kita mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah foto di sensor kamera kita sampai separuhnya (2kali lebih cepat), dari shutter speed 1/125 ke 1/250 detik. Saat kita menambah lagi ISO ke 400, kita memangkas waktu pembuatan foto sampai separuhnya lagi:1/500 detik. Setiap kali mempersingkat waktu esksposur sebanyak separuh , kita namakan menaikkan esksposur sebesar 1stop.
    Anda bisa mencoba pengertian ini dalam kasus aperture, cobalah set shutter speed kita selalu konstan pada 1/125 (atau melalui mode Shutter Priority – S atau Tv), dan ubah-ubahlah setting ISO anda dalam kelipatan 2; missal dari 100 ke 200 ke 400 …dst, lihatlah perubahan besaran aperture anda.


    Referensi by: belajar fotografi

    6 Langkah Mudah Menyiapkan Foto HDR

    Foto HDR (High Dynamic Range) adalah foto yang diperoleh dengan mengkombinasikan beberapa foto dengan tone yang bervariasi sehingga menghasilkan satu foto yang meiliki rentang tonal melebihi kemampuan asli kamera.  Sebelum bisa diolah, kita harus membuat beberapa foto mentah yang memiliki eksposur yang berbeda, jumlah foto yang diperlukan adalah antara tiga sampai lima buah. Berikut adalah langkah praktisnya:







    1. Karena kita akan mengggabungkan beberapa foto sekaligus, gunakan tripod supaya hasilnya tajam dan tidak berbayang
    2. Set kamera di mode aperture priority (A atau Av), dengan mode ini kita memilih aperture dan kamera-lah yang menentukan shutter speed
    3. Set fokus pada posisi manual focusing. Cobalah beberapa jepret untuk menentukan fokus di mode autofocus, setelah kita tentukan fokusnya, gantilah focusing ke mode manual
    4. Set automatic bracketing pada kamera untuk menghasilkan 3 sampai 5  buah foto dengan shutter speed bervariasi (Nikon & canon, untuk kamera lain silahkan lihat manual) 
    Nikon SLR :
    • Pencet tombol Fn (posisinya di muka bagian bawah)
    • Putar command dial belakang kamera sampai kita melihat tanda bracketing di LCD atas
    • Pilih lima bracketing (atau 3 atau 4, sesuai selera)
    • Ganti posisi release mode pada continous high speed
        Canon SLR :
        • Pencet dan tahan tombol Mode dan AF.Drive untuk mengaktifkan bracketing
        • Set 5 di menu Custom Functions (atau 3 atau 4, sesuai selera)
        • Set kamera di mode burst

        5. Mulailah mengambil eksposur
        6. Untuk pengolahannya kita bisa meng gunakan software khusus untuk HDR seperti Photomatix Pro – (gratis untuk versi demo)  atau melakukannya di Photoshop…

        Referensi by : belajar fotografi

        RAW vs JPEG:Mana Yang Lebih Baik?

        Pengguna kamera digital SLR atau Saku tingkat lanjut (prosumer) sering dihantui pernyataan mendasar sebelum memulai pemotretan: format file apakah yang akan saya pilih, JPEG/JPG ataukah RAW?
        Artikel ini akan membahas secara singkat dan mudah (dijamin tidak ada persamaan matematika dan fisika) beda diantara keduanya.




        Pada dasarnya kebanyakan kamera bekerja dengan cara seperti ini: Saat kita memencet tombol shutter, kamera akan merekam data mentah yang diterima sensor (baca RAW). Berdasar data ini, software di dalam kamera akan memutuskan beberapa parameter, misalnya seberapa jauh foto perlu dipertajam, setting white balance mana yang sesuai, berapa level eksposur yang dipakai, seberapa besar saturasi warna-nya dan seberapa besar beda kontrasnya dll. Hasil pengolahan data oleh software di dalam kamera ini selanjutnya dikirim ke memory card dalam bentuk file JPEG.


        Sudah paham bedanya kan?
        Ya, RAW adalah data mentah yang langsung ditangkap sensor sedangkan JPEG adalah data matang yang sudah diolah oleh software kamera. Jika kita memutuskan untuk memilih format RAW, berarti kita memerintahkan kamera untuk langsung mengirim data mentah dari sensor ke memory card. Dan kalau kita memilih format JPEG, berarti kita memerintahkan kamera untuk memproses data dari sensor terlebih dahulu sebelum mengirim ke memory card.


        Kenapa harus ada format RAW?
        Bagi sebagian besar penggemar fotografi, hasil olahan kamera seringkali sudah cukup bagus. Namun bagi kalangan profesional dan hobiis serius, mereka tidak rela kamera mengotak-atik foto yang mereka jepret. Format RAW membuat kita bisa mengubah-ubah parameter pemotretan sesuka kita. Dengan bantuan software pengolah RAW (photoshop, lightroom, GIMP, ACDSee dll), kita bisa mengubah nilai eksposur, white balance, saturasi sampai kontras  untuk kemudian menyimpannya dalam format yang lain: JPG atau TIFF.


        Keuntungan memakai RAW?
        • Kita bisa mengotak – atik file mentah menjadi foto matang sesuai keinginan kita.
        • Opsi pengolahan foto menjadi jauh lebih banyak sehingga mereka yang berjiwa super kreatif lebih terpuaskan
        • Informasi yang tersimpan lebih banyak  (jika anda memilih JPEG, kamera akan menghilangkan sebagian kecil data untuk memperkecil ukuran file dan mempercepat  proses pengolahan)
        • Kualitas foto secara keseluruhan lebih baik, ini berkaitan dengan adanya kompresi jika memakai JPEG
        Kerugian memakai RAW?
        • Memakan kapasitas hardisk dan memory card. Karena tidak ada proses kompresi, maka ukuran file RAW jauh lebih besar dibanding JPEG (sekitar 3 sampai 4 kali lebih besar)
        • Memakan waktu lebih banyak. Baik selama pemotretan (mengurangi kecepatan kamera terutama dalam mode burst) maupun selama pengolahan di komputer (karena ukuran file-nya).
        Jadi Format Apa Yang Sebaiknya Dipilih?
        • Jika anda punya hardisk diatas 500GB, memory card minimal 4GB dan sedang memotret moment (atau orang atau tempat) yang istimewa, pilihlah mode RAW
        • Jika anda sedang memotret hal “biasa” atau butuh memotret berondongan (burst), atau hanya memiliki kapasitas hardisk dan memory card pas-pasan, pilihlah mode JPEG.
        • Atau ambil jalan tengah jika anda punya kapasitas hardisk dan memory card yang berlebih: pilih mode RAW + JPEG (kamera akan menyimpan 2 format sekaligus)
        Catatan :
        • Format file JPEG juga mengijinkan pengolahan foto yang lumayan banyak, hanya hasil dan cakupannya tidak seluas dan sebaik RAW.
        • Tersedia juga format TIFF, namun sebaiknya tidak perlu dipakai karena ukuran file-nya yang segede gajah


        Referensi by : belajar fotografi

        Memotret Siluet

        Siluet adalah foto dengan obyek utama gelap total dengan background yang terang, sehingga yang terlihat adalah bentuk dari obyek utama tadi. Memotret siluet tidaklah sesulit yang dibayangkan, asal anda tahu langkah-langkah dan tips-nya. Silahkan:

        Matikan Flash
        Yang pertama dan terpenting adalah flash di kamera harus dimatikan, kalau tidak anda akan mendapatkan foto biasa (karena obyek utama-nya tidak jadi gelap). Jadi matikan flash dikamera anda
        Cari kondisi pencahayaan yang tepat (backlight)
        Untuk menghasilkan siluet, background anda harus lebih terang dibandingkan dengan obyek utama. Itulah kenapa kebanyakan foto siluet dilakukan saat sunset atau sunrise, dimana matahari (sumber cahaya) ada di belakang obyek yang ingin anda foto (backlighting). Tapi jangan batasi diri, foto siluet bisa dihasilkan kapan saja, pada intinya anda hanya harus menemukan background yang lebih terang dibandingkan obyek utama.
        Carilah obyek yang bentuknya menarik
        Foto siluet akan sangat menonjolkan bentuk obyek utama, oleh karena itu carilah obyek dengan bentuk yang menarik dan memiliki karakter kuat. Perhatikan foto diatas, karena obyek utama (pencari ikan) kehilangan detail dan menjadi sangat gelap, bentuknya justru akan lebih terekspos. Kita bisa melihat dengan jelas batas-batas lekukan bentuk tubuh si nelayan, bentuk jaring dan bingkainya sampai tetesan air yang keluar dari jaring. Anda juga bisa mencoba dengan obyek lainnya.
        Carilah background yang tepat
        Untuk mendapat siluet anda harus menemukan background yang lebih terang. Usahakan juga untuk mendapatkan background yang menarik namun juga tidak ramai sehingga obyek utama terlihat sangat menonjol. Langit dan pantai adalah contoh favorit.
        Ukur eksposur dengan tepat (manual/ auto)
        Sebisa mungkin gunakanlah mode manual eskposur. Set metering di spot metering. Lakukan pengukuran di daerah background yang paling terang. Dalam contoh foto diatas saya mengukur cahaya langit diatas helm. Ubahlah kombinasi aperture dan shutter speed sesuai dengan hasil metering anda, terutama pada aperture pastikan anda set sesuai keinginan anda (aperture besar untuk background yang agak kabur dan aperture kecil untuk background yang tajam). Setelah anda menentukan aperture dan shutter speed yang dipilih, arahkan kamera ke obyek utama. Aturlah h3 yang terbaik dan tentukan fokus di obyek utama, baru kemudian jepret….
        Jika anda tidak bisa menggunakan mode manual, gunakanlah mode auto. Arahkan kamera ke area paling terang, dalam contoh diatas adalah ke langit diatas si pencari ikan, pencetlah setengah shutter anda (jangan pencet penuh) lalu tahan shutter jangan dilepas. Lalu arahkan kamera ke obyek utama anda baru kemudian jepret….
        Jangan takut mencoba
        Cobalah kombinasi aperture dan shutter speed yang berbeda jika anda gagal di kesempatan pertama. Cobalah juga bereksperimen dengan obyek dan lingkungan anda, jangan hanya terpaku pada sunset dan sunrise, karena foto siluet bisa dihasilkan dimanapun.

        Referensi by : belajar fotografi

        Mode Auto - Scene Kamera Digital

        Artikel ini memberikan gambaran garis besar dan karakteristik mode pengoperasian auto dan scene pada kamera digital anda (rata-rata kamera saku dan SLR pemula selalu menyertakan kedua mode ini). Mode auto saat ini sudah lumayan handal untuk sekedar menghasilkan foto yang benar. Dan mode scene merupakan jalan tengah bagi fotografer yang ingin menambah kreativitas namun malas menggunakan mode manual.
        Apakah dengan itu kita tidak perlu memahami mode manual? jawabannya tergantung sejauh mana kepentingan pemotret. Namun yang jelas mode manual menawarkan fleksibiltas dan kreativitas dalam menghadapi situasi apapun dan dalam menghasilkan foto yang benar-benar sesuai dengan kehendak artistik kita. Karena foto yang benar belum tentu foto yang baik.

        Oke mari kita kembali ke mode auto dan mode scene yang paling banyak digunakan:

        • Mode Auto (A)
                  Tidak perlu penjelasan apapun, pada intinya kita percayakan pemilihan keseluruhan setting (shutter-aperture-ISO-White Balance & Flash jika ada) pada otak di kamera. Kamera akan berusaha menebak karakteristik seluruh obyek dalam frame serta kondisi cahayanya lalu menentukan semua besaran setting diatas. Mode ini efektif untuk pemula, tetapi hanya menghasilkan foto yang benar namun bukan luar biasa
        • Mode Portrait (biasa dilambangkan dengan ikon dengan kepala wanita)
                  Kamera akan memilih DOF yang sempit (angka aperture sekecil-kecilnya) sehingga obyek yang di foto akan terisolasi dari background, sehingga ruang fokus hanya akan berada pada subyek saja sementara background terlihat kabur.
        • Mode Macro (biasa dilambangkan dengan ikon bunga)
                  Mode ini diperlukan saat kita ingin mengambil foto benda-benda kecil dari jarak dekat (close-up). Dengan mode ini, kita bisa mendekatkan  ujung lensa sedekat-dekatnya (biasanya antara 2-8 cm dari obyek) sehingga benda sekecil apapun akan terlihat cukup besar dan detail.

                  Dalam jarak sedekat ini, kita harus mengusahakan agar bidang obyek yang difoto sejajar dengan kamera, dan sebisa mungkin menggunakan tripod sehingga hasilnya tajam dan bidang fokusnya cukup.
        Akan saya pakai saat:
                 -   Saya memotret bunga, serangga, kupu-kupu, atau uang koin. Atau,
                 -   Saya akan memotret makanan sehingga memenuhi seluruh frame foto saya

        • Mode Sport (biasa dilambangkan dengan ikon orang berlari)
                  Mode ini dirancang untuk membekukan gerakan. Di mode ini, kamera akan memperkecil shutter speed sekecil mungkin sehingga ketika membidik subyek bergerak  foto yang dihasilkan akan tetap tajam. Flash akan dimatikan dan hanya bekerja saat cahaya cukup. 
        Akan saya gunakan ketika:
                  -    Saya memotret anak saya yang sedang menggiring bola

                  -    Saya akan memotret sebuah mobil yang sedang melaju

        • Mode landscape (biasa dilambangkan dengan ikon gunung)
                  Mode ini adalah kebalikan dari mode portrait. Kamera akan menggunakan angka aperture sebesar mungkin, sehingga bidang fokus foto (Depth of Field – DOF) bisa seluas mungkin. Dengan begitu  keseluruhan bagian foto dalam frame akan tajam. Sesuai namanya, mode ini didesain dipakai saat kita memotret pemandangan alam, namun juga bisa digunakan saat memotret orang namun kita ingin background tetap terlihat tajam. 
        Saya gunakan mode landscape saat:
                    -    Memotret terasiring yang indah di Bali

                    -    Memotret 10 orang yang berpose didepan Candi Borobudur

        • Mode Night (dilambangkan dengan ikon bintang atau bulan)
                  Mode ini didesain untuk bekerja dalam kondisi cahaya yang minim, baik saat malam maupun kita berada dalam ruangan yang remang.  Kamera akan menaikkan ISO supaya dalam kondisi remang-pun sensor masih mampu menangkap cahaya dengan baik, mode ini juga berusaha membuat shutter speed yang lebih lama sehingga gambar tidak terlalu kabur dan biasanya secara otomotis flash bawaan kamera akan ikut menyala.
        Saya memakai night mode saat:
                  -    Mengambil foto dalam sebuah pesta malam

                  -    Memotret jalanan dimalam hari

        • Mode Beach / Snow 
                  Menyeimbangkan eksposur supaya putih-nya salju atau pasir pantai tidak kehilangan detailnya dan juga tidak terlalu pucat dengan menaikkan eksposur. White balance diset di sinar matahari.
        • Mode Fireworks 
                  Tanpa flash, shutter speed diset lumayan lama untuk merekam pergerakan percikan kembang api dengan baik. Mode ini sebaiknya diimbangi dengan memakai alat bantu untuk menstabilkan kamera supaya tidak goyang, misal tripod.
        • Mode Panorama
                  Memotret urutan foto yang nantinya akan digabung sebagai panorama.


        Referensi by : belajar fotografi

        8 Tips Memotret Panning

        Panning adalah memotret dengan menggerakkan kamera searah dengan arah gerakan obyek yang ingin dibidik sehingga obyek akan tampak fokus sementara background tampak kabur. Jangan takut hanya karena ada kata ‘teknik’ diatas, berikut beberapa langkah praktis melakukan panning :



        • Jangan gunakan tripod, untuk mengikuti arah gerakan obyek kamera harus bisa bergerak luwes
        • Set kamera pada mode Shutter Priority (S atau Tv)
        • Shutter speed yang digunakan untuk panning adalah antara 1/30 sampai dengan 1/8, jadi set kamera diantara angka tersebut
        • Cari obyek bergerak yang akan dipanning (tips: pilihlah background yang berwarna-warni untuk panning sehingga hasil blur dari background makin menarik)
        • Arahkan kamera mengikuti obyek yang bergerak dan pencet separuh tombol release untuk mengambil fokus.
        • Usahakan tangan bergerak selembut mungkin, gerakan kejut yang mendadak bisa mengakibatkan hasil foto yang tidak menarik
        • Saat tangan kita sudah ‘seirama’ dengan gerakan obyek, pencet tombol release untuk mengambil eksposur
        • Makin banyak berlatih, tangan dan mata kita akan semakin terasah!


        Referensi : belajar fotografi

        Monday, July 4, 2011

        20 Tips about Photography




        Berikut 20 tips singkat fotografi untuk anda menambah informasi dan kemampuan fotografi anda, saya yakin beberapa sudah pernah dilakukan tetapi semoga beberapa lainnya merupakan informasi baru.Silahkan!
        • Untuk melatih kemampuan panning anda, potretlah benda yang sedang bergerak dengan kecepatan normal (orang naik motor misalnya), gunakan mode shutter priority dan set shutter speed maksimal 1/30 detik, lebih lambat lebih baik. Perhatikan background anda!
        • Untuk memotret makro (jarak super dekat), aktifkan fitur Live View kamera digital anda agar lebih mudah memeriksa depht of field dan fokus.
        • Filter CPL (polarisasi) sangat berguna untuk menghilangkan pantulan sinar matahari di air dan kaca, dan juga berfungsi memperbaiki warna langit. Pernahkah anda mengenakan kacamata hitam dengan polariser?
        • Saat memotret bayi/anak-anak, pastikan anda memusatkan perhatian ke mata. Tak ada yang bisa mengalahkan keindahan mata anak-anak.
        • Megapiksel bukanlah fitur terpenting dari sebuah kamera, ukuran sensorlah fitur yang paling penting.
        • Untuk foto portait (wajah) di luar ruangan, usahakan ketika cuaca sedang mendung. Kalaupun tidak, carilah daerah yang redup dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sinar matahari membuat bayangan yang keras di wajah.
        • Ketika anda memotret di kondisi minim cahaya dan kesusahan menggunakan autofokus, gantilah dengan manual fokus. Fitur autofokus dikamera biasanya cukup lama mencari titik fokus di kondisi remang-remang.
        • Untuk foto siluet, pastikan anda matikan flash serta gunakan mode sunset (untuk kamera pocket), untuk SLR gunakan mode manual dan ukurlah eksposur di area terang di belakang obyek.
        • Download-lah buku manual versi pdf untuk kamera anda, sehingga anda mudah melakukan pencarian secara cepat untuk kata yang ingin anda ketahui dibanding harus membolak-balik halaman kertas.( download buku manual )
        • Sebelum berangkat memotret, periksa kembali setting kamera anda, jangan sampai anda meggunakan setting yang salah (memotret landscape dengan ISO 1000 misalnya). Menurut para fotografer pro, urutan pengecekan yang baik adalah berikut: cek White Balance – aktifkan fitur Highlight warning – cek settingan ISO – cek ukuran Resolusi foto anda.
        • Formatlah memory card hanya di kamera, jangan pernah memformat memory card dikomputer. Selain jauh lebih cepat dan mudah juga jauh lebih aman jika anda melakukannya di kamera.
        • Jika anda memiliki kapasitas hard disk berlebih di komputer serta suka melakukan foto editing, gunakan format RAW saat memotret, jika tidak cukup gunakan JPG.
        • Jika anda benar-benar menyukai fotografi landscape, fotolah di jam-jam berikut: dari jam 5 sampai jam 8 pagi, serta dari jam 4 sampai jam 7 sore.
        • Ketika memotret, lihatlah area paling terang yang masuk ke viewfinder anda. Kalau terangnya terlalu mencolok dibanding area lain, gantilah sudut pemotretan.
        • Untuk memotret HDR, gunakan mode auto bracket. Satu lagi: untuk foto HDR landscape yang dahsyat, tunggulah sampai muncul mendung sedikit, lalu mulailah memotret.
        • Jika anda membeli lensa atau kamera bekas, pastikan anda melakukan transaksi dengan bertemu penjualnya secara langsung. Anda harus menguji barangnya, memegang dan mencobanya
        • Sepanjang memungkinkan, gunakan settingan ISO serendah mungkin. Meskipun noise reduction bisa mengurangi noise yang dihasilkan oleh ISO yang tinggi, namun akan mengurangi detail foto secara keseluruhan.
        • Kalau warna membuat foto anda terlalu “sibuk” dan ramai, ubahlah foto anda menjadi foto hitam putih
        • Untuk menghasilkan foto hitam putih yang bagus, perhatikan kontras dalam foto anda. Semakin banyak kontras (area gelap dan terang yang beragam), semakin bagus foto hitam putih anda.
        • Bawalah kamera kemanapun anda pergi, cara paling cepat meningkatkan kemampuan fotografi anda adalah dengan memperbanyak jam terbang, tidak ada yang lebih baik.
            Referensi by : belajar fotografi

            Tips Perawatan Kamera

            Hampir perangkat elektronik yang beredar berbasis teknologi tinggi dengan perangkat gadget berbagai kemampuan dan fitur lainnya. Termasuk KAMERA,saat ini pecinta fotografi baik pemula maupun profesional makin berkembang apalagi dengan para pemula yang baru membeli kamera digital SLR. Perawatan kamera DSLR ini sangatlah penting bagi pemula untuk menambah awet kamera akan maupun setelah digunakan.

            Awalnya pemilik kamera DSLR biasanya begitu perhatian dengan gadget ini, tapi karena kesibukan bisa saja kita mengabaikannya. Oleh sebab itu, DSLR nayatanya butuh perawatan yang baik dari si empunya.
            Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat KAMERA DSLR anda :

            1. Bodi Kamera

            Kamera DSLR yang utama adalah bodi kamera karena merupakan bagian terluar yang menonjol dan sering digunakan, untuk itu bersihkan bagian luar bodi dengan kain lembut serta gunakan blower untuk menyingkirkan debu yang nempel pada bagian disetiap bodi. Setelah itu menggunakan blower brush untuk kotoran yang agak sulit dibersihkan, perhatikan juga bagian dengan me-lock up mirror ke atas jika ingin memblower bagian sensor tap ingat bagian sensor adalah bagian yang sangat sensitif jangan sembarang jika anda tidak paham betul.


            2. Perawatan lensa

            mempunyai lensa dengan berbagai ukuran jangan sekali-kali menyentuh bagian optik lensa dengan menggunakan jari hal itu akan menimbulkan bekas, untuk itu gunakan selalu filter pelindung serta pakai lens hood. Jika tidak digunakan selalu perhatikan bagian lensa tutup lensa sehingga setidaknya dapat mengurangi debu menempel hingga terjadi jamur, bersihkan lensa dengan menggunakan blower untuk menyingkirkan debu setelah itu gunakan lens brush lalu lens cloth jika terdapat noda pada lensa.


            3. Baterai
             
            Untuk perawatan dari bagian baterai tidak terlalu menyulitkan hanya saja jangan mencharger batarai secara berleihan, cabut segera jika sudah penuh serta jika kamera tidak digunakan cabut baterai untuk tidak menimbulkan kelembaban dan gunakan baterai original.

            4. Memori Card
             
            Jika tidak digunakan sebaiknya memori card dilepas dan tempatkan pada tempatnya, untuk mengindari kerusakan akibat debu yang menempel serta terhindar dari benda bermedan magnet, hal ini dilakukan untuk lebih awet dalam menggunakan kartu memori.

            5. Penyimpanan kamera

            Kamera seperti DSLR itu harus disimpan dalam udara sejuk untuk terhindari dari kelembaban, atau jika mempunyai dana lebih perlu memiliki drybox yaitu wadah yang mampu mengatur kelembaban dalam menyimpan Kamera DSLR. Atupun cara yang mudah dengan menyimpan dalam kantung plastik berklip serta berikan silica gel didalamnya taruh ditempat kering serta sejuk dan jauhkan dari benda bermagnet.

            Semoga tips ini dapat berguna bagi anda yang memiliki kamera DSLR , sehingga dapat digunakan kembali. Lakukan perawatan pada kamera DSLR anda secara berkala, kalau memang mengalami kerusakan yang cukup parah sebaiknya serahkan kepada ahlinya untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

            View Point dan Angle dalam Photography

            Pada tulisan kali ini saya akan membahas sedikit tentang view point dan angle dalam Photography. View point jika diterjemahkan berarti ‘titik pandang’ dan angle berarti ‘sudut’, dua-duanya sangat lekat dan saling berhubungan dalam dunia photography. Sebelum memutuskan untuk mengambil photo suatu objek biasanya photographer akan mengatur dulu view point dan angle ini secara tepat untuk menghasilkan gambar yang baik.

             View point dan angle yang tepat akan membuat photo terlihat unik dan kuat, pesan atau kesan yang ingin ditampilkan dalam photo pun menjadi jelas. Jika pengambilan photo tidak memperhatikan view point dan angle yang tepat maka hampir bisa dipastikan photo menjadi terlihat biasa-biasa saja dan tidak memiliki hal menonjol yang harusnya ada dalam sebuah photo, itu belum lagi jika sang photographer tidak tepat dalam menentukan DoF (Deep of Field), komposisi dan point of focus (yang ketiganya tidak akan saya jelaskan di sini karena akan terlalu panjang View Point dan Angle dalam Photography ). Di bawah ini saya sertakan satu photo yang menurut saya bisa menjadi contoh bagaimana menentukan view point dan angle dalam photography.

             
            'Sea Walk' by Lorin Hughes

            Lalu bagaimana agar kita dapat menghasilkan hasil pemotretan yang baik dengan memperhatikan view point dan angle dalam photography? Di bawah saya akan memberikan beberapa tips yang mungkin bisa anda pertimbangkan dalam menentukan view point dan angle dalam Photography.


            Tips Dalam Menangani View Point dan Angle dalam Photography

             

            1. Riset

             Anda perlu tahu apa yang harapkan ketika pergi ke lokasi baru untuk mengambil photo. Lakukan sedikit riset dan pastikan apa yang tersedia dalam rangka untuk membuat photo yang sempurna. Pengetahuan adalah salah satu hal penting dalam photography dan jika Anda ingin membuat gambar yang kuat, lakukan riset tentang apa yang  anda inginkan untuk muncul pada photo anda dan apakah unsur-unsur photo yang anda inginkan itu akan dapat anda temui di lokasi pengambilan gambar yang anda tuju.

            Photography
             
            2. Gunakan Kaki Anda

            Setelah Anda tahu apa yang anda cari dan anda telah merencanakan pengambilan gambar, gunakan kaki anda. Cobalah bervariasi dan bergerak di sekitar lokasi dengan kamera Anda. Cobalah mencari angle dengan posisi yang berbeda-beda dan berkeliling untuk melihat apakah ada view point lain yang akan meningkatkan hasil dari photography anda.


            3. Carilah Angle yang Tidak Biasa

            Dari berdiri, berbaring telentang, tengkurap, duduk samapi memanjat pohon atau tangga. Perbedaan angle dalam pengambilan gambar akan menghasilkan perspektif yang berbeda-beda juga. Angle yang lain dapat Anda coba adalah memiringkan kamera. Jika anda melihat seseorang dengan membawa kamera lalu jungkir balik tidak karuan, tenang, dia bukan mabuk melainkan hanya mencari ‘angle yang tidak biasa’ View Point dan Angle dalam Photography 


            4. Penuhi Frame dengan Objek Photography Anda

            Anda sudah memiliki lokasi yang sempurna, view point yang luas dan angle yang unik, tetapi jika objeknya terlalu jauh gambar hanya akan terlihat ‘rata-rata’, so? cobalah untuk lebih dekat dengan objek. Isi frame dengan objek yang ingin anda tekankan dan perhatikan komposisi. Selalu tanyakan pertanyaan apakah komposisi sudah pas? apakah yang melihat photo saya akan langsung menangkap dan mengerti apa objek dari photo saya ini? Jika tidak, pindahkan kaki Anda cari angle yang tepat dan hindarkan elemen-elemen gambar yang tidak perlu.


            5. Trial dan Error

            Selalu coba beberapa kemungkinan dan jangan takut mengambil kesempatan. Mungkin dalam seratus jepretan hanya satu atau dua gambar yang hasilnya baik. No problemo, dalam photography jangan terpaku hanya dengan satu cara pengambilan gambar, gunakan imajinasi dan teruslah mencoba untuk mencari angle dan view point yang terbaik. Menentukan angle dan view point dalam photography itu membutuhkan trial and error serta kreatifitas karena objek yang satu dan objek yang lain tentu berbeda-beda cara ‘menanganinya’.
            Sekian tulisan saya tentang photography kali ini saya akhiri, semoga dapat berguna bagi anda dan.. happy hunting View Point dan Angle dalam Photography

            Referensi by : Tips View Point dan Angle